by Mr.Ang
Melanoma pada mata, atau melanoma mata adalah jenis kanker langka yang mempengaruhi berbagai bagian dari mata, khususnya koroid, ciliary body, dan iris . Choroidal melanoma adalah jenis yang paling umum untuk kanker pada mata.
Banyak orang yang bingung dengan aspek melanoma dari jenis kanker mata, sebagai melanoma paling sering dikaitkan dengan kulit. Melanoma berkembang dari melanosit, sel yang mengandung pigmen gelap (melanin) yang mendefinisikan pewarnaan kulit. Melanosit tidak eksklusif untuk kulit, melanosit dapat ditemukan pada rambut, mata, dan lapisan dari beberapa organ.
Penyebab Melanoma Mata
Seperti jenis-jenis kanker lainnya, kita tidak cukup yakin apa penyebab melanoma okular, tetapi ada kecurigaan bahwa ini berhubungan dengan paparan sinar UV matahari. Namun, teori ini belum dibuktikan.
Meskipun penyebab melanoma okular belum bisa ditentukan dengan tepat, para peneliti telah mengidentifikasi faktor risiko untuk penyakit ini. Faktor risiko untuk melanoma okular meliputi:
- Berkulit putih atau memiliki warna rambut dan warna mata yang bercahaya
- Mengalami sindrom nevus displastik, suatu kondisi yang menyebabkan abnormal mol
- Memiliki melanocytosis oculodermal, suatu kondisi yang jarang yang menyebabkan peningkatan dan pigmentasi abnormal mata dan kulit di sekitar mata
Gejala Melanoma Mata
Kadang-kadang ada gejala terlihat dari melanoma okular, terutama pada tahap awal. Dalam hal ini, melanoma mata biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan mata rutin oleh seorang ahli optik. Gejala melanoma pada mata meliputi:
• Penglihatan kabur pada satu mata
• Floaters (bintik-bintik kecil pada mata)
• Perubahan warna iris atau bintik gelap pada iris
• Mata merah dan sakit
• Mata melotot
• Kehilangan penglihatan perifer
Pengobatan Melanoma Mata
Pengobatan melanoma okular didasarkan pada bagian mata yang terpengaruh dan apakah telah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Pembedahan adalah metode umum pengobatan dengan cara menghapus sebagian atau seluruh mata.
Penghapusan mata (enucleation) mungkin diperlukan dalam beberapa kasus tumor besar ketika metode pengobatan lain tidak cocok. Mata buatan dapat dibuat dalam banyak kasus. Prosthetic mata saat ini jauh lebih realistis daripada di masa lalu. Diciptakan oleh ahli berbakat, orang terlatih yang disebut ocularists.
Terapi radiasi juga merupakan metode pengobatan umum melanoma okular. Ini mungkin satu-satunya perlakuan atau dilakukan setelah operasi. Ada dua jenis terapi radiasi yaitu eksternal dan internal. Keduanya menggunakan energi tertentu untuk mengganggu aktivitas sel-sel kanker untuk menghilangkan mereka dan mencegah pembelahan sel.
Radiasi eksternal memberikan radiasi dari sebuah mesin khusus yang menargetkan situs tumor eksternal. Metode radiasi adalah spesifik dan membatasi kerusakan jaringan di sekitarnya.
Internal radiasi (brachytherapy), sering disebut terapi plak, pengobatan melanoma ocular yang menggunakan "benih" atau "plak" radioaktif yang ditanamkan di dekat lokasi tumor untuk memberikan terapi. Biasanya, tetap tertanam selama 7 hari dan kemudian diambil.
Terapi radiasi efektif terhadap melanoma okular, tetapi bukan tanpa efek samping. Merah, mata kering merupakan efek samping yang umum. Katarak kadang-kadang hasil dari terapi, tapi operasi mungkin merupakan pilihan untuk menghapusnya. Bilumata rontok dan shortening juga dapat terjadi. Terapi radiasi dapat menyebabkan kerusakan saraf optik, glaukoma , dan pembuluh darah abnormal di retina, tapi jarang terjadi.
by Mr.Ang
Sperma kini tak cuma berfungsi untuk memperoleh keturunan. Penyakit diabetes 1 kini juga bisa diobati dengan sperma yang sudah diubah menjadi insulin. Selain diabetes, sperma juga bisa mengobati penyakit lain.
1. Obat diabetes
Terobosan ini dipelopori oleh para peneliti dari Georgetown University Medical Centre di Washington DC, Amerika Serikat. Saat diuji coba, teknologi ini terbilang sukses dan diharapkan bisa diterapkan juga pada manusia.
Dikutip dari Healthday, Senin (20/12/2010), penggunaan sel penghasil sperma punya kelebihan dibanding mencangkokkan sel pankreas. Sel penghasil sperma diambil dari testis sendiri sehingga tidak ada risiko penolakan seperti pada pencangkokan sel pankreas dari donor.
Selain cukup menjanjikan, terapi ini menjadi heboh karena mengubah fungsi sel penghasil sperma menjadi penghasil insulin. Padahal bicara soal sperma, bukan cuma sel penghasilnya saja yang pernah digunakan dalam terapi melainkan juga cairan spermanya itu sendiri.
2. Obat depresi
Salah satunya terungkap dalam penelitian tahun 2002 yang diterbitkan di tahun yang sama dalam jurnal Archives of Sexual Behavior. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di State University of New York tersebut mengungkap manfaat sperma untuk mengobati depresi pada perempuan.
Manfaat ini diperoleh ketika perempuan yang mengalami depresi bersetubuh dengan pasangannya tanpa kondom dan membiarkan ejakulasi terjadi di dalam Ms V. Diyakini, senyawa tertentu dalam sperma yang hingga kini belum teridentifikasi akan terserap ke pembuluh darah di sekitar vagina dan memberi efek menenangkan.
3. Obat jerawat
Penggunaan lain dari sperma juga pernah diterapkan untuk mengobati jerawat, meski sebenarnya belum ada penelitian yang membuktikan efektivitasnya. Namun secara teori, pengobatan tersebut dinilai cukup masuk akan karena sperma mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat untuk perawatan kulit.
Dikutip dari Bestacnetreatmentstips.com, kandungan nutrisi di dalam sperma yang bisa melawan jerawat adalah Vitamin C. Senyawa ini merupakan antioksidan yang bisa mendetoksifikasi atau menyingkirkan racun-racun dan pengotor yang ada di permukaan kulit.
4. Obat Keriput
Selain itu, adanya kandungan antioksidan juga menjamin bahwa sperma bebas dari radikal bebas penyebab kulit kusam dan cepat keriput. Kandungan yang sama juga bisa ditemukan dalam produk-produk anti penuaan dini yang dijual di pasaran.
Dikutip dari www.healthdetik.com
by Mr.Ang
Salah satu gangguan seksual yang adalah tingginya keinginan untuk berhubungan seksual alias birahi yang sulit dikendalikan (hiperseks). Adakah metode yang bisa digunakan untuk mengatasinya?
Hiperseks atau hypersexuality merupakan penyimpangan seksual yang ditandai dengan tingginya keinginan untuk melakukan hubungan seksual dan sulitnya mengontrol keinginan seks tersebut. Nama lain untuk kondisi ini bisa juga disebut sebagai kecanduan seksual (sex addict).
Umumnya ada garis pembatas antara menikmati seks dengan hiperseks. Pada orang yang memiliki hiperseks umumnya merasa tidak mampu untuk mengendalikan perilaku seksual alias birahinya. Beberapa orang yang hiperseks sering menggunakan seks sebagai pelarian dari masalah seperti kegelisahan, stres, depresi dan isolasi sosial.
Seperti dikutip dari Menshealth.about.com, Senin (20/12/2010) ada berbagai teori yang menjelaskan tentang penyebab hiperseks.
Beberapa kondisi bisa menyebabkan seseorang menjadi hiperseks, yaitu kesulitan psikologis, emosional, gangguan kepribadian, atau trauma yang terjadi pada masa kecil.
Ciri-ciri orang yang menderita hiperseks antara lain:
- Tidak pernah merasa puas saat berhubungan seks, walaupun ia sudah mengalami orgasme. Inilah terkadang yang membuat pria hiperseks tak puas dengan satu wanita.
- Tuntutan seks tidak bisa ditunda
- Tidak bisa mengontrol keinginan seks
- Sangat tergila-gila dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks
Pada umumnya, orang yang mengalami hiperseks tidak bisa disembuhkan. Pengobatan atau rehabilitasi yang ada hanya bisa mengurangi atau melatih untuk mengontrol keinginan seksnya yang sangat besar.
Namun ada beberapa hal atau metode yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan mengontrol hiperseks, yaitu:
- Dukungan yang sangat penting. Sama seperti halnya orang yang kecanduan obat atau alkohol, maka orang dengan hiperseks juga membutuhkan dukungan yang kuat dari anggota keluarga terdekat, pasangan dan juga anggota serta mentor support group.
- Menghindari dorongan seksualnya. Usahakan untuk menghindari kondisi atau tempat yang bisa memicu timbulnya dorongan seksual, karena orang yang hiperseks menganggap seks adalah sesuatu yang penting.
- Mencoba untuk menghadapi masalah. Salah satu cara pemulihan yang baik adalah mengakui bahwa dirinya memiliki masalah. Beberapa orang akan membutuhkan bantuan untuk menghadapi tahapan ini.
- Bergabung dengan kelompok pendukung (support group). Umumnya berada di dalam support group akan membuatnya merasa memiliki masalah tanpa ada yang menghakiminya, sehingga ia bisa mengungkapkannya dan saling memberikan solusi serta dukungan.
- Mencari bantuan profesional. Ketika usaha untuk mengendalikan dorongan seksualnya tidak lagi efektif, maka bantuan profesional akan diperlukan. Konseling ini bisa membantu seseorang mengetahui penyebab dari hiperseksnya, misal dengan menelusuri trauma masa kecilnya.
by Mr.Ang
Manfaat Air Susu Ibu (ASI) bagi perkembangan otak dan kecerdasan anak sudah tidak perlu diragukan lagi. Pada anak laki-laki, manfaat tersebut terbukti lebih besar dibandingkan pada anak perempuan terutama saat memasuki usia 10 tahun.
Secara umum, anak yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan atau lebih cenderung memiliki kecerdasan lebih tinggi. Perkembangan otak dan kecerdasan tampak lebih menonjol terutama pada kemampuan matematis, baca-tulis dan mengeja.
Pada usia 10 tahun, anak perempuan biasanya mengalami perkembangan lebih pesat dibanding anak laki-laki. Namun berkat pemberian ASI eksklusif, anak laki-laki bisa mengimbangi perkembangan otak anak perempuan pada usia tersebut.
Peneliti dari University of Western Australia membuktikan hal itu dalam sebuah penelitian yang melibatkan 1.000 anak berusia 10 tahun. Perkembangan otak anak-anak tersebut dipantau sejak masih berusia 18 pekan dalam kandungan.
"Dengan melihat secara terpisah data pada laki-laki dan perempuan, kami menemukan bahwa efek ASI pada perkembangan otak tampak lebih dominan pada laki-laki," tulis peneliti dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Pediatric, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (20/12/2010).
Semakin lama mendapat ASI eksklusif, makin besar peluang anak laki-laki untuk meraih prestasi akademik yang lebih tinggi di usia 10 tahun. Menurut peneliti, efek tersebut juga dialami anak perempuan meski kalah menonjol dibandingkan pada laki-laki.
Peneliti menduga efek ini kurang dominan pada anak perempuan karena anak laki-laki cenderung lebih peka terhadap kedekatan hubungan ibu dan anak. Dugaan lainnya adalah otak anak perempuan dilindungi hormon tertentu yang menghalangi masuknya zat-zat yang terkandung dalam ASI.
by Mr.Ang
Selama bertahun-tahun telah ada mitos kanker banyak beredar. Pertanyaannya adalah apakah ada kebenaran untuk mitos-mitos kanker.
1. Pewarna rambut menyebabkan kanker otak
Telah ada banyak spekulasi tentang pewarna rambut dan kanker. Ada yang berfikir bahwa pewarna rambut menyebabkan beberapa jenis kanker seperti kandung kemih dan kanker payudara, namun tidak ada bukti itu menyebabkan tumor otak. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association pada 25 Mei, pewarna rambut tidak meningkatkan risiko kanker. Ini mitos kanker yang banyak diyakini oleh orang Amerika.
2. Ponsel menyebabkan kanker
Berlawanan dengan kepercayaan populer, ponsel tidak diyakini menjadi penyebab kanker. Sampai saat ini, tidak ada penelitian yang kredibel yang secara konsisten membuktikan bahwa menggunakan telepon seluler memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker.
3. Kanker adalah penyakit keturunan
Meskipun benar bahwa beberapa jenis kanker yang genetik, ini tidak berarti bahwa semua pasti akan mengembangkan kanker karena keturunan mereka. Kanker seperti kanker payudara , kanker ovarium dan kanker kolorektal adalah beberapa dari kanker yang dapat diturunkan secara genetik. Jika orang tua memiliki kanker ini, gen kanker mungkin mengalir ke anak mereka. Jika seorang anak mewarisi gen, hanya meningkatkan kemungkinan kanker, tidak menjamin pasti mengidap kanker.
4. Kanker menyebabkan rambut rontok
Kanker tidak menyebabkan rambut rontok. Rambut rontok adalah efek samping dari pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi . Tidak semua orang yang melakukan kemoterapi atau radiasi mengalami rambut rontok.
5. Hanya perempuan menderita kanker payudara
Ini adalah mitos kanker terbesar dari semua mitor yang ada. Men get breast cancer also! Pria terkena kanker payudara juga. Sekitar 1500 orang pria didiagnosis dan sekitar 500 akan mati karena penyakit tahun ini. Kanker payudara tidak umum pada pria, namun masih terjadi.
6. Ada obat untuk kanker, tetapi perusahaan farmasi menyembunyikannya
Ini adalah mitos kanker yang mengada-ada. Jika ini benar, maka mengapa orang-orang yang dicintai peneliti perusahaan obat masih meninggal karena kanker pada tingkat yang sama dengan populasi umum? Apa orang tidak menyadari bahwa banyak bentuk kanker yang dapat disembuhkan?
7. Kanker hampir selalu berakibat fatal
Ya, kanker dapat menyebabkan kematian. Tapi terobosan baru dalam deteksi dini kanker telah membuat penyakit kanker jauh lebih mudah diobati. Sekitar 40% pasien kanker atau lebih, selamat dalam lima tahun terakhir.
8. Mengenakan antiperspirant dan deodorant dapat menyebabkan kanker
Menurut National Cancer Society , tidak ada bukti konklusif dari studi terbaru bahwa memakai antiperspirant dan doedorant dapat menyebabkan kanker payudara. Mitos kanker ini adalah salah satu yang paling populer di kalangan wanita.
9. Beberapa jenis kanker dapat menular
Tidak ada jenis kanker yang menular. Namun, ada dua virus menular dikenal, HPV dan Hepatitis C yang dapat menyebabkan kanker. HPV adalah faktor risiko untuk kanker serviks dan Hepatitis C menyebabkan kanker hati. Kedua virus dapat ditularkan melalui hubungan seks, meskipun Hepatitis C lebih sering ditularkan melalui jarum suntik dan transfusi (sebelum 1992).
10. Perpikir positif akan menyembuhkan kanker
Sementara mempertahankan pandangan positif selama pengobatan kanker adalah penting, itu tidak akan menyembuhkan kanker. Menjadi optimis membantu dengan kualitas hidup selama perawatan. Tidak ada bukti ilmiah bahwa sikap positif akan menyembuhkan kanker.
Referensi www.about.com
by Mr.Ang
Masyarakat telah mengetahui pemberian ASI eksklusif dilakukan hingga bayi berusia 6 bulan. Tapi kenapa harus sampai 6 bulan?
"Dalam 6 bulan pertama kehidupan semua kebutuhan nutrisi dari protein, karbohidrat dan lainnya sudah tercukupi dari ASI Eksklusif," ujar dr Utami Roesli, disela-sela acara 'OneAsia Breastfeeding Partner Forum 7' di Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
dr utami menuturkan bayi berusia di bawah 6 bulan belum memiliki enzim pencernaan yang sempurna atau matang. Sedangkan didalam ASI sudah terdapat enzim lipase yang membantu penyerapan nutrisi seperti lemak DHA dan AA. Tapi jika mengonsumsi susu formula yang berasal dari susu sapi, tidak terdapat enzim penyerapnya.
Selain itu di dalam ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat mencegah beberapa penyakit penyebab kematian anak di seluruh dunia seperti diare dan radang paru-paru. Serta menurunkan risiko penyakit darah tinggi, obesitas dan diabetes tipe 2.
"Dihari-hari pertama kehidupan terdapat kolostrum yang lebih kental dibanding susu setelahnya. Kolostrum ini berguna untuk menutup pori-pori pada usus bayi yang baru lahir sehingga menjadi sempurna," ungkap Ketua Sentra Laktasi Indonesia ini.
dr utami juga menyarankan para ibu agar memberikan ASI hingga usia anak 2 tahun. Karena dari 500 cc ASI yang diterima anak usia 2 tahun telah memenuhi 31 persen karbohidrat, 38 persen protein, 45 persen vitamin a dan 95 persen kebutuhan vitamin C anak.
Selain itu menyusui juga bisa bermanfaat bagi ibu yaitu sebagai kontrasepsi (pencegah kehamilan) alami atau metode amenore laktasi, mencegah kanker payudara dan kanker indung telur, ibu lebih cepat mendapatkan berat badan idealnya kembali serta mencegah obesitas.
Setelah berusia 6 bulan kebutuhan gizi bayi mulai meningkat dan saluran pencernaannya telah siap menerima makanan pendamping ASI (MP-ASI). Untuk itu jangan lupa melakukan inisiasi menyusu dini yang dilanjutkan dengan ASI eksklusif serta memberikam MP-ASI yang dibuat sendiri di rumah untuk buah hati.
"Dalam 6 bulan pertama kehidupan semua kebutuhan nutrisi dari protein, karbohidrat dan lainnya sudah tercukupi dari ASI Eksklusif," ujar dr Utami Roesli, disela-sela acara 'OneAsia Breastfeeding Partner Forum 7' di Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
dr utami menuturkan bayi berusia di bawah 6 bulan belum memiliki enzim pencernaan yang sempurna atau matang. Sedangkan didalam ASI sudah terdapat enzim lipase yang membantu penyerapan nutrisi seperti lemak DHA dan AA. Tapi jika mengonsumsi susu formula yang berasal dari susu sapi, tidak terdapat enzim penyerapnya.
Selain itu di dalam ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat mencegah beberapa penyakit penyebab kematian anak di seluruh dunia seperti diare dan radang paru-paru. Serta menurunkan risiko penyakit darah tinggi, obesitas dan diabetes tipe 2.
"Dihari-hari pertama kehidupan terdapat kolostrum yang lebih kental dibanding susu setelahnya. Kolostrum ini berguna untuk menutup pori-pori pada usus bayi yang baru lahir sehingga menjadi sempurna," ungkap Ketua Sentra Laktasi Indonesia ini.
dr utami juga menyarankan para ibu agar memberikan ASI hingga usia anak 2 tahun. Karena dari 500 cc ASI yang diterima anak usia 2 tahun telah memenuhi 31 persen karbohidrat, 38 persen protein, 45 persen vitamin a dan 95 persen kebutuhan vitamin C anak.
Selain itu menyusui juga bisa bermanfaat bagi ibu yaitu sebagai kontrasepsi (pencegah kehamilan) alami atau metode amenore laktasi, mencegah kanker payudara dan kanker indung telur, ibu lebih cepat mendapatkan berat badan idealnya kembali serta mencegah obesitas.
Setelah berusia 6 bulan kebutuhan gizi bayi mulai meningkat dan saluran pencernaannya telah siap menerima makanan pendamping ASI (MP-ASI). Untuk itu jangan lupa melakukan inisiasi menyusu dini yang dilanjutkan dengan ASI eksklusif serta memberikam MP-ASI yang dibuat sendiri di rumah untuk buah hati.
Referensi www.detikhealth.com
by Mr.Ang
Air susu ibu (ASI) adalah sesuatu yang berasal dari dalam tubuh ibu tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Tapi sayangnya pemanfaatan ASI masih kurang dimaksimalkan oleh masyarakat.
"Penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang menyusui. Bukannya mereka tidak tahu kalau ASI itu baik tapi lebih ke arah kurangnya pengetahuan tentang cara menyusui yang benar," ujar dr Kusnawara, SpOG dari RSUD Koja Jakarta Utara disela-sela acara 'Oneasia Breastfeeding Partners Forum 7' di Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta, Jumat (12/11/2010).
dr Kusnawara menuturkan karena kurangnya pengetahuan seputar menyusui ini, beberapa orang ada yang beralih ke susu formula ketika mengalami puting yang lecet, payudara bengkak dan ASI yang kurang atau tidak keluar. Padahal hal ini bisa diatasi dan ibu dapat menyusui kembali tanpa perlu beralih ke susu formula.
Kondisi ini ternyata juga terjadi di Myanmar seperti diungkapkan oleh Dr Aye Aye Thaw dari Departemen Kesehatan Myanmar. Ia menuturkan menurunnya angka ibu menyusui karena ada beberapa masalah seperti meningkatnya angka ibu bekerja, mulai mengadopsi gaya hidup tertentu, gagalnya tenaga kesehatan dalam hal mendukung kegiatan menyusui serta agresifnya promosi susu formula.
Karenanya strategi yang dibutuhkan sebagai dukungan terhadap ibu yang menyusui adalah dengan memberikan perlindungan terhadap ibu yang melahirkan, kampanye tentang menyusui, pelayanan kesehatan anak serta dukungan selama melahirkan.
Bentuk dukungan yang diberikan bisa berasal dari lingkungan di sekitarnya dan juga rumah sakit itu sendiri, seperti halnya di RSUD Koja Jakarta Utara yang mendirikan klinik laktasi pada tahun 2009.
"Sejak didirikan klinik laktasi di rumah sakit ini, angka inisiasi menyusu dini (IMD) meningkat hampir 100 persen. Selain itu di klinik ini juga melatih kader-kader masyarakat tentang menyusui yang nantinya akan menjadi leader di komunitasnya," ungkap dokter Kusnawara yang juga berpraktek di RS JMC, Jakarta.
Dengan begitu ibu-ibu menjadi lebih mengerti segala hal tentang menyusui, karena banyak faktor yang mempengaruhi aliran ASI di dalam tubuh. Misalnya jika ibu mengalami stres atau cemas, maka ASI yang keluar akan sedikit serta posisi menyusui juga turut mempengaruhi.
Sementara itu di Singapura bentuk dukungan yang diberikan selama ibu melahirkan adalah dengan mengikutsertakan Doula, yaitu pembimbing ibu sebelum, selama dan setelah melahirkan. Di Myanmar dengan menerapkan Baby Friendly Home Delivery initiative (BPHD).
Sedangkan di Thailand dengan membantu ibu mengurangi rasa takut dan cemasnya, seperti menciptakan suasana yang nyaman, meningkatkan kenyamanan fisik (pijatan atau pelukan), membasuh tubuh ibu dengan air hangat atau menggunakan aromaterapi.
Lalu apa saja kiat-kiat yang dibutuhkan agar ibu sukses menyusui?
"Faktor yang mempengaruhi seorang ibu sukses atau tidak memberikan ASI ada 3, yaitu niat, edukasi dan juga support," ujar Mia Sutanto selaku Ketua AIMI (Asosiasi Ibu Menyusi Indonesia).
Mia menuturkan niat disini adalah tekad dan kemauan yang kuat dari ibu untuk memberikan ASI bagi bayinya, lalu edukasi untuk ibu dan tenaga kesehatan yaitu segala informasi yang dibutuhkan oleh ibu seperti bagaimana cara menyusui yang benar, berapa kebutuhan asi untuk bayi yang baru lahir, manfaat rawat gabung dan IMD serta teknik memerah ASI yang benar. Informasi ini sebaiknya didapatkan dari sumber yang tepat.
Selain itu diperlukan juga dukungan dari segala pihak terutama suami, orangtua, mertua, keluarga, tenaga kesehatan, fasilitas yang mendukung serta lingkungan sekitarnya.
"Jadi kalau seorang ibu gagal memberikan ASI jangan hanya menyalahkan dia saja, karena faktor-faktor disekitarnya juga turut mempengaruhi,' ujar Mia yang juga seorang konselor laktasi ini.
Selain itu starting point keberhasilan ASI termasuk inisiasi menyusu dini, rumah sakit yang menerapkan rawat gabung serta pemberian ASI sejak di rumah sakit.
Jika ibu harus kembali bekerja setelah cuti melahirkan, ibu tetap bisa memberikan ASI dengan cara memerah atau memompa ASI.
Untuk itu jika ingin sukses memberikan asi untuk si buah hati, kiat-kiat yang penting adalah niat yang kuat, edukasi yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak.
Jadi kalau ASI tidak keluar jangan menyerah dulu!
"Penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang menyusui. Bukannya mereka tidak tahu kalau ASI itu baik tapi lebih ke arah kurangnya pengetahuan tentang cara menyusui yang benar," ujar dr Kusnawara, SpOG dari RSUD Koja Jakarta Utara disela-sela acara 'Oneasia Breastfeeding Partners Forum 7' di Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta, Jumat (12/11/2010).
dr Kusnawara menuturkan karena kurangnya pengetahuan seputar menyusui ini, beberapa orang ada yang beralih ke susu formula ketika mengalami puting yang lecet, payudara bengkak dan ASI yang kurang atau tidak keluar. Padahal hal ini bisa diatasi dan ibu dapat menyusui kembali tanpa perlu beralih ke susu formula.
Kondisi ini ternyata juga terjadi di Myanmar seperti diungkapkan oleh Dr Aye Aye Thaw dari Departemen Kesehatan Myanmar. Ia menuturkan menurunnya angka ibu menyusui karena ada beberapa masalah seperti meningkatnya angka ibu bekerja, mulai mengadopsi gaya hidup tertentu, gagalnya tenaga kesehatan dalam hal mendukung kegiatan menyusui serta agresifnya promosi susu formula.
Karenanya strategi yang dibutuhkan sebagai dukungan terhadap ibu yang menyusui adalah dengan memberikan perlindungan terhadap ibu yang melahirkan, kampanye tentang menyusui, pelayanan kesehatan anak serta dukungan selama melahirkan.
Bentuk dukungan yang diberikan bisa berasal dari lingkungan di sekitarnya dan juga rumah sakit itu sendiri, seperti halnya di RSUD Koja Jakarta Utara yang mendirikan klinik laktasi pada tahun 2009.
"Sejak didirikan klinik laktasi di rumah sakit ini, angka inisiasi menyusu dini (IMD) meningkat hampir 100 persen. Selain itu di klinik ini juga melatih kader-kader masyarakat tentang menyusui yang nantinya akan menjadi leader di komunitasnya," ungkap dokter Kusnawara yang juga berpraktek di RS JMC, Jakarta.
Dengan begitu ibu-ibu menjadi lebih mengerti segala hal tentang menyusui, karena banyak faktor yang mempengaruhi aliran ASI di dalam tubuh. Misalnya jika ibu mengalami stres atau cemas, maka ASI yang keluar akan sedikit serta posisi menyusui juga turut mempengaruhi.
Sementara itu di Singapura bentuk dukungan yang diberikan selama ibu melahirkan adalah dengan mengikutsertakan Doula, yaitu pembimbing ibu sebelum, selama dan setelah melahirkan. Di Myanmar dengan menerapkan Baby Friendly Home Delivery initiative (BPHD).
Sedangkan di Thailand dengan membantu ibu mengurangi rasa takut dan cemasnya, seperti menciptakan suasana yang nyaman, meningkatkan kenyamanan fisik (pijatan atau pelukan), membasuh tubuh ibu dengan air hangat atau menggunakan aromaterapi.
Lalu apa saja kiat-kiat yang dibutuhkan agar ibu sukses menyusui?
"Faktor yang mempengaruhi seorang ibu sukses atau tidak memberikan ASI ada 3, yaitu niat, edukasi dan juga support," ujar Mia Sutanto selaku Ketua AIMI (Asosiasi Ibu Menyusi Indonesia).
Mia menuturkan niat disini adalah tekad dan kemauan yang kuat dari ibu untuk memberikan ASI bagi bayinya, lalu edukasi untuk ibu dan tenaga kesehatan yaitu segala informasi yang dibutuhkan oleh ibu seperti bagaimana cara menyusui yang benar, berapa kebutuhan asi untuk bayi yang baru lahir, manfaat rawat gabung dan IMD serta teknik memerah ASI yang benar. Informasi ini sebaiknya didapatkan dari sumber yang tepat.
Selain itu diperlukan juga dukungan dari segala pihak terutama suami, orangtua, mertua, keluarga, tenaga kesehatan, fasilitas yang mendukung serta lingkungan sekitarnya.
"Jadi kalau seorang ibu gagal memberikan ASI jangan hanya menyalahkan dia saja, karena faktor-faktor disekitarnya juga turut mempengaruhi,' ujar Mia yang juga seorang konselor laktasi ini.
Selain itu starting point keberhasilan ASI termasuk inisiasi menyusu dini, rumah sakit yang menerapkan rawat gabung serta pemberian ASI sejak di rumah sakit.
Jika ibu harus kembali bekerja setelah cuti melahirkan, ibu tetap bisa memberikan ASI dengan cara memerah atau memompa ASI.
Untuk itu jika ingin sukses memberikan asi untuk si buah hati, kiat-kiat yang penting adalah niat yang kuat, edukasi yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak.
Jadi kalau ASI tidak keluar jangan menyerah dulu!
Sumber www.detikhealth.com
by Mr.Ang
Ada anggapan di masyarakat jika bayi hanya menyusu salah satu payudara saja akan membuat bentuknya menjadi asimetris atau besar sebelah. Benarkah payudara bisa menjadi asimetris akibat menyusui?
Selama ini mitos payudara bisa mengendur akibat menyusui tidak terbukti kebenarannya, karena payudara akan berubah atau kendur sesuai dengan waktunya dan menyusui tidak memberikan pengaruh apapun.
Jaringan payudara secara terus menerus mendapatkan kadar hormon estrogen dan progesteron yang berbeda-beda. Hormon ini akan berubah selama menstruasi, kehamilan, menyusui dan menopause. Tapi ukuran dan bentuknya akan berubah secara signifikan selama kehamilan dan menyusui.
Ukuran payudara ditentukan oleh berapa banyak jaringan lemak yang dimiliki di payudara. Sementara menyusui (laktasi) menciptakan jaringan yang lebih padat di payudara, setelah selesai menyusui jaringan lemak dan jaringan ikat payudara akan bergeser.
Faktor-faktor yang bisa mengubah penampilan payudara, berdasarkan studi tahun 2007 adalah:
Seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (18/12/2010) umumnya payudara yang lebih besar sebelah diakibatkan oleh pembangkakkan karena bayi hanya mau menyusui di satu payudara saja.
Payudara yang tidak digunakan untuk menyusui akan membengkak karena sesaknya pembuluh darah di payudara. Payudara yang besar sebelah biasanya dikenal dengan nama asimetris.
Untuk menghindari payudara besar sebelah ibu sebaiknya tetap memberikan ASI dari kedua payudara. Jika bayi tidak mau menyusu salah satu payudara, cobalah ibu mengganti posisinya tapi bayi tetap berada di posisi yang sama, atau memompa ASI dan memberikannya melalui gelas atau cangkir.
Jika payudara sudah membengkak yang membuat ukurannya lebih besar, ibu tetap harus menyusukannya ke bayi untuk mengurangi jumlah susu yang ada di dalamnya. Karena kalau tidak akan membuatnya semakin membengkak. Sedangkan untuk mengurangi pembengkakkannya bisa dengan cara memijat payudara dengan baby oil.
Selama ini mitos payudara bisa mengendur akibat menyusui tidak terbukti kebenarannya, karena payudara akan berubah atau kendur sesuai dengan waktunya dan menyusui tidak memberikan pengaruh apapun.
Jaringan payudara secara terus menerus mendapatkan kadar hormon estrogen dan progesteron yang berbeda-beda. Hormon ini akan berubah selama menstruasi, kehamilan, menyusui dan menopause. Tapi ukuran dan bentuknya akan berubah secara signifikan selama kehamilan dan menyusui.
Ukuran payudara ditentukan oleh berapa banyak jaringan lemak yang dimiliki di payudara. Sementara menyusui (laktasi) menciptakan jaringan yang lebih padat di payudara, setelah selesai menyusui jaringan lemak dan jaringan ikat payudara akan bergeser.
Faktor-faktor yang bisa mengubah penampilan payudara, berdasarkan studi tahun 2007 adalah:
- BMI (body massa indeks) yang menentukan ukuran persentase lemak tubuh
- Jumlah kehamilan yang sudah dijalani
- Ukuran payudara sebelum kehamilan
- Usia
- Sejarah pernah merokok atau tidak
Seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (18/12/2010) umumnya payudara yang lebih besar sebelah diakibatkan oleh pembangkakkan karena bayi hanya mau menyusui di satu payudara saja.
Payudara yang tidak digunakan untuk menyusui akan membengkak karena sesaknya pembuluh darah di payudara. Payudara yang besar sebelah biasanya dikenal dengan nama asimetris.
Untuk menghindari payudara besar sebelah ibu sebaiknya tetap memberikan ASI dari kedua payudara. Jika bayi tidak mau menyusu salah satu payudara, cobalah ibu mengganti posisinya tapi bayi tetap berada di posisi yang sama, atau memompa ASI dan memberikannya melalui gelas atau cangkir.
Jika payudara sudah membengkak yang membuat ukurannya lebih besar, ibu tetap harus menyusukannya ke bayi untuk mengurangi jumlah susu yang ada di dalamnya. Karena kalau tidak akan membuatnya semakin membengkak. Sedangkan untuk mengurangi pembengkakkannya bisa dengan cara memijat payudara dengan baby oil.
Dikutip dari www.detikhealth.com
by Mr.Ang
Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi kesuburan perempuan salah satunya dari obat-obatan yang dikonsumsi. Untuk itu ketahui obat-obat apa saja yang bisa mempengaruhi tingkat kesuburan.
Sebagian besar obat yang dapat mempengaruhi kesuburan hanya dapat diperoleh melalui resep. Jika obat ini harus dikonsumsi jangka panjang sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai rencana untuk memiliki bayi.
Seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (17/12/2010) ada beberapa obat yang diketahui dapat mempengaruhi ovulasi atau kesuburan perempuan yaitu:
1. Obat NSAIDs
Obat NSAIDs (non-sterodial anti-inflammatories) yang digunakan untuk mengobati kondisi seperti arthtritis atau rematik. Jenis ini termasuk ibuprofen yang banyak dijual bebas, meskipun dosisnya lebih rendah dibandingkan dengan yang terkandung dalam obat NSAIDs.
2. Obat immunosupresan dan steroid
Obat immunosupresan dan steroid (seperti cortisone dan prednisone) yang digunakan untuk mengobati kondisi seperti asma dan lupus, tapi membuat siklus haid tidak teratur sehingga sulit untuk hamil. Obat ini sering diresepkan bersama-sama dan mencegah kelenjar pituitary memproduksi follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinising hormone (LH) yang cukup, padahal kedua hormon ini berpengaruh terhadap terjadinya ovulasi secara normal.
3. Obat pengontrol tekanan darah dan target sistem saraf pusat
Beberapa obat yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin sehingga mengganggu ovulasi. Sedangkan hampir semua obat yang menargetkan sistem saraf pusat seperti tranquilisers atau obat pencegah kejang juga bisa mempengaruhi prolaktin dan kemampuan produksi kelenjar pituitar untuk memicu ovulasi.
4. Obat-obatan untuk tiroid
Obat tiroid bisa mempengaruhi ovulasi jika terlalu banyak atau terlalu sedikit dikonsumsi. Hal ini karena umumnya gangguan tiroid bisa menyebabkan ganggaun ovulasi seperti menjadi sulit hamil atau berisiko mengalami komplikasi saat hamil.
5. Antibiotik
Penggunaan jangka panjang antibiotik bisa mengurangi jumlah sperma dan kualitas air mani, misalnya sulphasalazine yang digunakan untuk mengobati radang usus besar dan simetidin antihistamin. Sebagian besar masalah ini bisa kembali normal sekitar 3 bulan setelah obat tersebut berhenti dikonsumsi.
Jika memang sudah merencanakan untuk memiliki anak, sebaiknya konsultasikan setiap obat yang dikonsumsi. Jika memang diketahui dapat berdampak terhadap kesuburan, mintalah alternatif lain atau cara untuk menyeimbangkan masalah kesuburan tersebut.
Sebagian besar obat yang dapat mempengaruhi kesuburan hanya dapat diperoleh melalui resep. Jika obat ini harus dikonsumsi jangka panjang sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai rencana untuk memiliki bayi.
Seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (17/12/2010) ada beberapa obat yang diketahui dapat mempengaruhi ovulasi atau kesuburan perempuan yaitu:
1. Obat NSAIDs
Obat NSAIDs (non-sterodial anti-inflammatories) yang digunakan untuk mengobati kondisi seperti arthtritis atau rematik. Jenis ini termasuk ibuprofen yang banyak dijual bebas, meskipun dosisnya lebih rendah dibandingkan dengan yang terkandung dalam obat NSAIDs.
2. Obat immunosupresan dan steroid
Obat immunosupresan dan steroid (seperti cortisone dan prednisone) yang digunakan untuk mengobati kondisi seperti asma dan lupus, tapi membuat siklus haid tidak teratur sehingga sulit untuk hamil. Obat ini sering diresepkan bersama-sama dan mencegah kelenjar pituitary memproduksi follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinising hormone (LH) yang cukup, padahal kedua hormon ini berpengaruh terhadap terjadinya ovulasi secara normal.
3. Obat pengontrol tekanan darah dan target sistem saraf pusat
Beberapa obat yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin sehingga mengganggu ovulasi. Sedangkan hampir semua obat yang menargetkan sistem saraf pusat seperti tranquilisers atau obat pencegah kejang juga bisa mempengaruhi prolaktin dan kemampuan produksi kelenjar pituitar untuk memicu ovulasi.
4. Obat-obatan untuk tiroid
Obat tiroid bisa mempengaruhi ovulasi jika terlalu banyak atau terlalu sedikit dikonsumsi. Hal ini karena umumnya gangguan tiroid bisa menyebabkan ganggaun ovulasi seperti menjadi sulit hamil atau berisiko mengalami komplikasi saat hamil.
5. Antibiotik
Penggunaan jangka panjang antibiotik bisa mengurangi jumlah sperma dan kualitas air mani, misalnya sulphasalazine yang digunakan untuk mengobati radang usus besar dan simetidin antihistamin. Sebagian besar masalah ini bisa kembali normal sekitar 3 bulan setelah obat tersebut berhenti dikonsumsi.
Jika memang sudah merencanakan untuk memiliki anak, sebaiknya konsultasikan setiap obat yang dikonsumsi. Jika memang diketahui dapat berdampak terhadap kesuburan, mintalah alternatif lain atau cara untuk menyeimbangkan masalah kesuburan tersebut.
Referensi www.detikhealth.com
by Mr.Ang
Ketika merasa haus, banyak di antara kita melepas dahaga dengan sebotol soda dingin. Namun tahukah Anda, minuman berkarbonasi ini adalah salah satu minuman terburuk selain minuman beralkohol? Anda bisa kecanduan kafein dalam soda. Belum lagi kandungan gula yang sangat tinggi.
Ada 10 efek berbahaya minuman bersoda bagi tubuh, seperti dikutip dari Method of Healing.
1. Menaikkan berat badan
Minum satu kaleng soda tiap hari dalam sebulan akan menaikkan berat badan sebanyak setengah kilogram.
2. Tidak ada nilai gizi dalam soda
Saat kehausan atau setelah berpuasa, tubuh membutuhkan cairan yang bernutrisi. Sedangkan soda tak memiliki nilai gizi di dalamnya. Minuman ini hanya akan menjadi 'limbah' dalam tubuh.
3. Meningkatkan risiko diabetes
Tingginya kadar gula dalam soda mampu meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.
4.Soda dapat menyebabkan osteoporosis
Bila meminum soda dengan kandungan kalsium rendah, Anda bisa terkena keropos tulang atau osteoporosis.
5. Soda merusak gigi
Kandungan senyawa soda mengikis dan merusakkan lapisan enamel gigi. Sehingga gigi mudah berlubang dan rusak.
6. Soda dikaitkan dengan kerusakan ginjal
Orang yang minum soda berisiko lebih besar terkena batu ginjal serta kerusakan pada ginjal.
7. Memicu penyakit maag
Soda menjadikan peminumnya berpeluang lebih besar terkena dan memperparah penyakit maag.
8. Soda menimbulkan dehidrasi
Kadar kafein dan gula dalam soda dapat menyebabkan tubuh dehidrasi.
9. Soda mengacaukan sistem pencernaan
Asam dalam soda tidak bereaksi dengan baik dengan sistem pencernaan.
10. Diet soda berbahaya
Soda diet mengandung pemanis buatan aspartam yang diakitkan dengan beberapa gangguan seperti fenilketonuria.
Alternatif Sehat Pengganti Soda
Lantas apa yang bisa membantu melepas ketergantungan terhadap soda? Menilik nilai gizi, jus merupakan pilihan minuman terbaik. Sedangkan air merupakan minuman terbaik agar tubuh tetap terhidrasi. Satu hingga dua gelas jus buah setiap hari serta enam gelas air putih serta minuman yang diperkaya kalsium adalah paduan terbaik untuk kesehatan.
Ada 10 efek berbahaya minuman bersoda bagi tubuh, seperti dikutip dari Method of Healing.
1. Menaikkan berat badan
Minum satu kaleng soda tiap hari dalam sebulan akan menaikkan berat badan sebanyak setengah kilogram.
2. Tidak ada nilai gizi dalam soda
Saat kehausan atau setelah berpuasa, tubuh membutuhkan cairan yang bernutrisi. Sedangkan soda tak memiliki nilai gizi di dalamnya. Minuman ini hanya akan menjadi 'limbah' dalam tubuh.
3. Meningkatkan risiko diabetes
Tingginya kadar gula dalam soda mampu meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.
4.Soda dapat menyebabkan osteoporosis
Bila meminum soda dengan kandungan kalsium rendah, Anda bisa terkena keropos tulang atau osteoporosis.
5. Soda merusak gigi
Kandungan senyawa soda mengikis dan merusakkan lapisan enamel gigi. Sehingga gigi mudah berlubang dan rusak.
6. Soda dikaitkan dengan kerusakan ginjal
Orang yang minum soda berisiko lebih besar terkena batu ginjal serta kerusakan pada ginjal.
7. Memicu penyakit maag
Soda menjadikan peminumnya berpeluang lebih besar terkena dan memperparah penyakit maag.
8. Soda menimbulkan dehidrasi
Kadar kafein dan gula dalam soda dapat menyebabkan tubuh dehidrasi.
9. Soda mengacaukan sistem pencernaan
Asam dalam soda tidak bereaksi dengan baik dengan sistem pencernaan.
10. Diet soda berbahaya
Soda diet mengandung pemanis buatan aspartam yang diakitkan dengan beberapa gangguan seperti fenilketonuria.
Alternatif Sehat Pengganti Soda
Lantas apa yang bisa membantu melepas ketergantungan terhadap soda? Menilik nilai gizi, jus merupakan pilihan minuman terbaik. Sedangkan air merupakan minuman terbaik agar tubuh tetap terhidrasi. Satu hingga dua gelas jus buah setiap hari serta enam gelas air putih serta minuman yang diperkaya kalsium adalah paduan terbaik untuk kesehatan.
Artikel Terbaik
- Sinar Matahari Bisa Menyebabkan Penuaan Dini
- Nyamuk untuk Memerangi Demam Berdarah
- 5 Kebiasaan Buruk Sebelum Tidur
- Jenis Obat yang Mempengaruhi Kesuburan
- Jus Tomat untuk Mencegah Osteoporosis
- Manfaat teh hijau dalam penurunan berat badan
- 10 Mitos Tentang Kanker
- Menurunkan tingkat kolesterol secara alami
- Progesteron Defisiensi
- Antioksidan Cegah Kanker dan PenyakitJantung
Label
- Antioksidan (3)
- Berita Utama (47)
- Diabetes (1)
- Diet Sehat (19)
- Hamil dan Menyusui (5)
- Kanker (10)
- Kesehatan Gigi dan Mulut (1)
- Kesehatan Seksual (13)
- Macam Penyakit (12)
- Makanan Sehat (15)
- Penurunan Berat Badan (6)
- Penyakit Jantung (3)
- Perawatan Kulit (2)
- Tips Sehat (11)
- Video (4)









