Showing posts with label Hamil dan Menyusui. Show all posts
Showing posts with label Hamil dan Menyusui. Show all posts
by Mr.Ang
Selama kehamilan, wanita membutuhkan jumlah nutrisi yang cukup untuk pengembangan organ janin. Perubahan hormonal yang meningkatkan sensitivitas juga mempengaruhi wanita pada tiga bulan pertama.

Wanita hamil harus berhati-hati mengasup makanan. Makanan kaya protein, vitamin, mineral dan asam folat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Sementara itu, sebaiknya hindari makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh agar tubuh tetap sehat dan melahirkan bayi yang sehat.

Beberapa makanan yang sangat penting bagi ibu hamil tiap hari, seperti dikutip Method of Healing yaitu:

1. Sereal
Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang mengandung sereal tiap hari. Sebab, sereal mengandung aneka mineral, vitamin B, karbohidrat dan kalsium yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan memberi nutrisi ke janin. Selain sereal, roti gandum utuh yang mengandung energi dan serat dapat mengurangi plak di pembuluh darah dan mengatur tekanan darah.

2. Produk Susu
Berbagai macam produk susu diperlukan untuk menjamin ibu hamil cukup protein dan mineral. Protein sangat penting bagi pertumbuhan jaringan baru bayi dan memperbaiki jaringan rusak, pembentukan otot, jaringan, dan  untuk transportasi oksigen ke janin. Produk susu juga mengandung kalsium yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang. Susu kedelai mengandung jumlah yang cukup vitamin D dan dapat dimasukkan dalam makanan.

3. Buah dan jus
Jus jeruk dianjurkan selama kehamilan karena mengandung vitamin C yang diperlukan untuk kekebalan tubuh dan memerangi infeksi. Buah seperti pisang dan apel baik dimakan sebagai cemilan diantara waktu makan untuk menjaga energi tetap stabil. Asupan makanan kaya zat besi membantu dalam mencegah anemia. Selain itu, salad buah dapat dijadikan menu harian sebab mengandung serat yang membantu meningkatkan metabolisme dan kekebalan tubuh.

4.Sayuran
Sayuran berdaun hijau seperti bayam kaya zat besi yang dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin dalam tubuh manusia. Hemoglobin mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh dan memberikan energi. Sayuran hijau juga mengandung mineral yang dibutuhkan ibu dan janin.

5.Ikan
Ikan dianggap menu efektif yang kaya protein dan asam lemak omega-3 yang sangat berguna bagi pembentukan otak janin. Tetapi Anda harus berhati-hati untuk tidak mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri tinggi.Kurangi asupan lemak tinggi terutama daging merah, karena dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dalam tubuh.

6.Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kedelai, kacang merah, kacang hijau mengandung asam folat dan Vitamin B yang diperlukan untuk pengembangan sistem saraf pada bayi. Kacang juga mengandung protein yang berguna bagi energi dan kekebalan tubuh.

www.vivanews.com
by Mr.Ang
Manfaat Air Susu Ibu (ASI) bagi perkembangan otak dan kecerdasan anak sudah tidak perlu diragukan lagi. Pada anak laki-laki, manfaat tersebut terbukti lebih besar dibandingkan pada anak perempuan terutama saat memasuki usia 10 tahun.

Secara umum, anak yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan atau lebih cenderung memiliki kecerdasan lebih tinggi. Perkembangan otak dan kecerdasan tampak lebih menonjol terutama pada kemampuan matematis, baca-tulis dan mengeja.

Pada usia 10 tahun, anak perempuan biasanya mengalami perkembangan lebih pesat dibanding anak laki-laki. Namun berkat pemberian ASI eksklusif, anak laki-laki bisa mengimbangi perkembangan otak anak perempuan pada usia tersebut.

Peneliti dari University of Western Australia membuktikan hal itu dalam sebuah penelitian yang melibatkan 1.000 anak berusia 10 tahun. Perkembangan otak anak-anak tersebut dipantau sejak masih berusia 18 pekan dalam kandungan.

"Dengan melihat secara terpisah data pada laki-laki dan perempuan, kami menemukan bahwa efek ASI pada perkembangan otak tampak lebih dominan pada laki-laki," tulis peneliti dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Pediatric, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (20/12/2010).

Semakin lama mendapat ASI eksklusif, makin besar peluang anak laki-laki untuk meraih prestasi akademik yang lebih tinggi di usia 10 tahun. Menurut peneliti, efek tersebut juga dialami anak perempuan meski kalah menonjol dibandingkan pada laki-laki.

Peneliti menduga efek ini kurang dominan pada anak perempuan karena anak laki-laki cenderung lebih peka terhadap kedekatan hubungan ibu dan anak. Dugaan lainnya adalah otak anak perempuan dilindungi hormon tertentu yang menghalangi masuknya zat-zat yang terkandung dalam ASI.

by Mr.Ang
Masyarakat telah mengetahui pemberian ASI eksklusif dilakukan hingga bayi berusia 6 bulan. Tapi kenapa harus sampai 6 bulan?

"Dalam 6 bulan pertama kehidupan semua kebutuhan nutrisi dari protein, karbohidrat dan lainnya sudah tercukupi dari ASI Eksklusif," ujar dr Utami Roesli, disela-sela acara 'OneAsia Breastfeeding Partner Forum 7' di Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

dr utami menuturkan bayi berusia di bawah 6 bulan belum memiliki enzim pencernaan yang sempurna atau matang. Sedangkan didalam ASI sudah terdapat enzim lipase yang membantu penyerapan nutrisi seperti lemak DHA dan AA. Tapi jika mengonsumsi susu formula yang berasal dari susu sapi, tidak terdapat enzim penyerapnya.

Selain itu di dalam ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat mencegah beberapa penyakit penyebab kematian anak di seluruh dunia seperti diare dan radang paru-paru. Serta menurunkan risiko penyakit darah tinggi, obesitas dan diabetes tipe 2.

"Dihari-hari pertama kehidupan terdapat kolostrum yang lebih kental dibanding susu setelahnya. Kolostrum ini berguna untuk menutup pori-pori pada usus bayi yang baru lahir sehingga menjadi sempurna," ungkap Ketua Sentra Laktasi Indonesia ini.

dr utami juga menyarankan para ibu agar memberikan ASI hingga usia anak 2 tahun. Karena dari 500 cc ASI yang diterima anak usia 2 tahun telah memenuhi 31 persen karbohidrat, 38 persen protein, 45 persen vitamin a dan 95 persen kebutuhan vitamin C anak.

Selain itu menyusui juga bisa bermanfaat bagi ibu yaitu sebagai kontrasepsi (pencegah kehamilan) alami atau metode amenore laktasi, mencegah kanker payudara dan kanker indung telur, ibu lebih cepat mendapatkan berat badan idealnya kembali serta mencegah obesitas.

Setelah berusia 6 bulan kebutuhan gizi bayi mulai meningkat dan saluran pencernaannya telah siap menerima makanan pendamping ASI (MP-ASI). Untuk itu jangan lupa melakukan inisiasi menyusu dini yang dilanjutkan dengan ASI eksklusif serta memberikam MP-ASI yang dibuat sendiri di rumah untuk buah hati.
 
Referensi www.detikhealth.com
by Mr.Ang
Air susu ibu (ASI) adalah sesuatu yang berasal dari dalam tubuh ibu tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Tapi sayangnya pemanfaatan ASI masih kurang dimaksimalkan oleh masyarakat.

"Penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang menyusui. Bukannya mereka tidak tahu kalau ASI itu baik tapi lebih ke arah kurangnya pengetahuan tentang cara menyusui yang benar," ujar dr Kusnawara, SpOG dari RSUD Koja Jakarta Utara disela-sela acara 'Oneasia Breastfeeding Partners Forum 7' di Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta, Jumat (12/11/2010).

dr Kusnawara menuturkan karena kurangnya pengetahuan seputar menyusui ini, beberapa orang ada yang beralih ke susu formula ketika mengalami puting yang lecet, payudara bengkak dan ASI yang kurang atau tidak keluar. Padahal hal ini bisa diatasi dan ibu dapat menyusui kembali tanpa perlu beralih ke susu formula.

Kondisi ini ternyata juga terjadi di Myanmar seperti diungkapkan oleh Dr Aye Aye Thaw dari Departemen Kesehatan Myanmar. Ia menuturkan menurunnya angka ibu menyusui karena ada beberapa masalah seperti meningkatnya angka ibu bekerja, mulai mengadopsi gaya hidup tertentu, gagalnya tenaga kesehatan dalam hal mendukung kegiatan menyusui serta agresifnya promosi susu formula.

Karenanya strategi yang dibutuhkan sebagai dukungan terhadap ibu yang menyusui adalah dengan memberikan perlindungan terhadap ibu yang melahirkan, kampanye tentang menyusui, pelayanan kesehatan anak serta dukungan selama melahirkan.

Bentuk dukungan yang diberikan bisa berasal dari lingkungan di sekitarnya dan juga rumah sakit itu sendiri, seperti halnya di RSUD Koja Jakarta Utara yang mendirikan klinik laktasi pada tahun 2009.

"Sejak didirikan klinik laktasi di rumah sakit ini, angka inisiasi menyusu dini (IMD) meningkat hampir 100 persen. Selain itu di klinik ini juga melatih kader-kader masyarakat tentang menyusui yang nantinya akan menjadi leader di komunitasnya," ungkap dokter Kusnawara yang juga berpraktek di RS JMC, Jakarta.

Dengan begitu ibu-ibu menjadi lebih mengerti segala hal tentang menyusui, karena banyak faktor yang mempengaruhi aliran ASI di dalam tubuh. Misalnya jika ibu mengalami stres atau cemas, maka ASI yang keluar akan sedikit serta posisi menyusui juga turut mempengaruhi.

Sementara itu di Singapura bentuk dukungan yang diberikan selama ibu melahirkan adalah dengan mengikutsertakan Doula, yaitu pembimbing ibu sebelum, selama dan setelah melahirkan. Di Myanmar dengan menerapkan Baby Friendly Home Delivery initiative (BPHD).

Sedangkan di Thailand dengan membantu ibu mengurangi rasa takut dan cemasnya, seperti menciptakan suasana yang nyaman, meningkatkan kenyamanan fisik (pijatan atau pelukan), membasuh tubuh ibu dengan air hangat atau menggunakan aromaterapi.

Lalu apa saja kiat-kiat yang dibutuhkan agar ibu sukses menyusui?

"Faktor yang mempengaruhi seorang ibu sukses atau tidak memberikan ASI ada 3, yaitu niat, edukasi dan juga support," ujar Mia Sutanto selaku Ketua AIMI (Asosiasi Ibu Menyusi Indonesia).

Mia menuturkan niat disini adalah tekad dan kemauan yang kuat dari ibu untuk memberikan ASI bagi bayinya, lalu edukasi untuk ibu dan tenaga kesehatan yaitu segala informasi yang dibutuhkan oleh ibu seperti bagaimana cara menyusui yang benar, berapa kebutuhan asi untuk bayi yang baru lahir, manfaat rawat gabung dan IMD serta teknik memerah ASI yang benar. Informasi ini sebaiknya didapatkan dari sumber yang tepat.

Selain itu diperlukan juga dukungan dari segala pihak terutama suami, orangtua, mertua, keluarga, tenaga kesehatan, fasilitas yang mendukung serta lingkungan sekitarnya.

"Jadi kalau seorang ibu gagal memberikan ASI jangan hanya menyalahkan dia saja, karena faktor-faktor disekitarnya juga turut mempengaruhi,' ujar Mia yang juga seorang konselor laktasi ini.

Selain itu starting point keberhasilan ASI termasuk inisiasi menyusu dini, rumah sakit yang menerapkan rawat gabung serta pemberian ASI sejak di rumah sakit.
Jika ibu harus kembali bekerja setelah cuti melahirkan, ibu tetap bisa memberikan ASI dengan cara memerah atau memompa ASI.

Untuk itu jika ingin sukses memberikan asi untuk si buah hati, kiat-kiat yang penting adalah niat yang kuat, edukasi yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak.

Jadi kalau ASI tidak keluar jangan menyerah dulu!
 
Sumber www.detikhealth.com
by Mr.Ang
Ada anggapan di masyarakat jika bayi hanya menyusu salah satu payudara saja akan membuat bentuknya menjadi asimetris atau besar sebelah. Benarkah payudara bisa menjadi asimetris akibat menyusui?

Selama ini mitos payudara bisa mengendur akibat menyusui tidak terbukti kebenarannya, karena payudara akan berubah atau kendur sesuai dengan waktunya dan menyusui tidak memberikan pengaruh apapun.

Jaringan payudara secara terus menerus mendapatkan kadar hormon estrogen dan progesteron yang berbeda-beda. Hormon ini akan berubah selama menstruasi, kehamilan, menyusui dan menopause. Tapi ukuran dan bentuknya akan berubah secara signifikan selama kehamilan dan menyusui.

Ukuran payudara ditentukan oleh berapa banyak jaringan lemak yang dimiliki di payudara. Sementara menyusui (laktasi) menciptakan jaringan yang lebih padat di payudara, setelah selesai menyusui jaringan lemak dan jaringan ikat payudara akan bergeser.

Faktor-faktor yang bisa mengubah penampilan payudara, berdasarkan studi tahun 2007 adalah:

  1. BMI (body massa indeks) yang menentukan ukuran persentase lemak tubuh
  2. Jumlah kehamilan yang sudah dijalani
  3. Ukuran payudara sebelum kehamilan
  4. Usia
  5. Sejarah pernah merokok atau tidak

Seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (18/12/2010) umumnya payudara yang lebih besar sebelah diakibatkan oleh pembangkakkan karena bayi hanya mau menyusui di satu payudara saja.

Payudara yang tidak digunakan untuk menyusui akan membengkak karena sesaknya pembuluh darah di payudara. Payudara yang besar sebelah biasanya dikenal dengan nama asimetris.

Untuk menghindari payudara besar sebelah ibu sebaiknya tetap memberikan ASI dari kedua payudara. Jika bayi tidak mau menyusu salah satu payudara, cobalah ibu mengganti posisinya tapi bayi tetap berada di posisi yang sama, atau memompa ASI dan memberikannya melalui gelas atau cangkir.

Jika payudara sudah membengkak yang membuat ukurannya lebih besar, ibu tetap harus menyusukannya ke bayi untuk mengurangi jumlah susu yang ada di dalamnya. Karena kalau tidak akan membuatnya semakin membengkak. Sedangkan untuk mengurangi pembengkakkannya bisa dengan cara memijat payudara dengan baby oil.
 
Dikutip dari www.detikhealth.com